Kesialan Di Hari Senin
Namaku adalah Rio Mahendra Seventino,salah satu siswa yang bersekolah di SMAN 2 Trenggalek,saya duduk di kelas MIPA 4,termasuk juga anak yang ramah dan periang.Jarak rumah menuju rumah saya cukup jauh yaitu sekitar 1,8km dan saya setiap hari berangkat sekolah pukul 06.17 dengan mengendarai sepeda motor.Saya tinggal bersama ayah dan ibu di rumah yang sederhana dan merupakan anak ke 4 dari 4 bersaudara,dan inilah kisahku.
Pada waktu itu,tepatnya hari Senin tanggal 22 September 2022 kelasku tercinta di beri tugas untuk menyambut Kirab Pusaka (Budaya Trenggalek setiap tahun) yang berada di luar sekolah yaitu pinggir jalan gang sekolah,aku dan teman temanku saat malam berjanjian untuk berangkat bersama dan berkumpul di rumah Wildan,karena dekat dengan lokasi,kami akan berjanjian pada pukul 07.00.Waktu pun tiba kami saling menghubungi di group WhatsApp saat akan berangkat,akhirnya kami pun berangkat dan tiba di rumah Wildan.Pada saat itu cuaca mendung dan agak gerimis,mendung adalah cuaca yang sangat tidak kusuka,sambil menunggu teman teman yang lainnya yang belum datang kami di rumah Wildan di suguhi kopi yang dia buat,dia membuat kopi cukup banyak,tapi satu di gelas berbeda,gelas itu besar dan kata temanku "Wahh ga kekecilan gelasnya" dan teman teman pun tertawa dan Wildan pun jawab "hehe" sambil tertawa juga.
Tak lama kemudian hujan deras datang,kami bingung harus bagaimana karena kata temanku yang sudah di lokasi di suruh ngumpul yang belum datang,dan hujan pun mulai reda agak gerimis, kami bergegas ke lokasi bareng bareng,kami berangkat pada pukul 08.00,molor nya lama banget,dan kita sampai di lokasi bertemu dengan teman teman yang sudah datang dahulu di sana.Kami di sana memarkir sepeda motor dan di kasih bendera untuk menyambut kirab itu,kemudian teman teman mengajak aku dan temanku menunggu di tempat yang agak redup karena cuaca masih hujan juga.
Kami menunggu kirab sangat lama,akhirnya kami memutuskan untuk menunggu sambil bermain game dan bercanda sambil gabut,tak lama kemudian setelah menunggu cukup lama kami pun di suruh bergegas ke pinggir jalan untuk menunggu kirab yang akan sampai dari jarak sekitar 200meter an, situasi juga masih hujan gerimis yang cukup rata.kami menunggu di pinggir jalan sambil di suruh bawa bendera untuk menyambut,tak lama kemudian kirab pun mendekat,kirab itu membawa pusaka yang dari pendapa Trenggalek menuju ke arah Tulungagung,kami pun menyambut kirabnya dengan senang dan bersemangat sambil mengibar kibar kan bendera merah putih dan kirab itu tidak berjalan lama hanya sekitar 2 menit,yang kami sambut adalah mobil berjalan yang membawa pusaka.
Setelah itu pun kami bergegas untuk kembali ke sekolah,Bagas waktu itu berangkat ke gedung serbaguna berboncengan bersama temannya,tapi karena kondisi saat itu hujan dan terburu buru dia akhirnya boncengan bersamaku,kami pun bergegas untuk kembali,karena hujan ucap Bagas waktu itu "ayo kita berteduh di rumah Wildan saja sambil ngopi" jawab aku "ayo,tapi nanti di marahi guru apa ngga ya kalo telat?",Bagas pun menjawab "ahh engga engga",aku pun ngikut aja,akhirnya pada saat perjalanan aku sangat cepat mengendarai sepeda motor,karena Bagas menyuruhku untuk cepat",lalu hujan pun sangat deras,aku tegesa gesa di suruh berteduh oleh Bagas,tak lama kemudian aku hampir sampai di rumah Wildan,Bagas menyuruhku untuk cepat cepat "cepat cepat cepat,hujan nya derass bangett,menggok saja menggok",aku pun berbelok dengan santainya,tapi tiba tiba... "Gubraaaaakkkkk!!!!" dari belakang muncul Farisa yang sedang membonceng Yufa,mereka menabrakku saat hendak belok dengan sangat kencang,kami pun terjatuh di jalanan dan ramai di kerubungi teman" yang sedang lewat juga,ucap Farisa waktu itu saat menabrak "piee looo",Bagas yang saat itu aku bonceng tersungkur di jalan,kami langsung memberesi bekas" sepedap motor dan meminggirkan sepeda di rumah Wildan, kebetulan kami saat bertabrakan di depan rumah Wildan.
Kami saling menanyakan keadaan masing masing,kondisi kami saat itu adalah,aku tidak luka sama sekali,Bagas bagian paha nya sakit dan membengkak,dan sementara Yufa Farisa hanya luka luka ringan,waktu itu motor ku juga bengkong semua dan ada bagian yang pecah,dan motor Yufa mengalami rusak yang sama,tak lama kemudian guru guru datang dan menyuruh kami agar cepat cepat ke sekolah untuk mendapatkan kejelasan.

Komentar
Posting Komentar